Kota Probolinggo merupakan daerah transit yang menghubungkan kota-kota sebelah barat, yaitu Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dengan kota – kota ( sebelah timur Kota ) Pasuruan, Malang, Surabaya. Batas Wilayah Kota Probolinggo sebelah utara dengan selat Madura dan timur, selatan, serta barat dengan Kabupaten Probolinggo.
Nama Probolinggo berasal dari kata Probo berarti sinardan linggo berarti tanda. Jadi Probolinggo adalah tempat jatuhnya sebuah tanda cahaya (meteor) yang dipakai oleh Raja-raja dahulu sebagai tanda untuk mengadakan musyawarah guna menciptakan perdamaian dan mengkhiri perselisihan. Kota ini dikenal sebagai “ kota angin”, karena pada bulan Junli dan September bertiup angin kencang menimbulkan bunyi menarik yang disebut “ angin gending ”. Kota Probolinggo sebagai kota transit yang menghubungkan kota Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang di sebelah Timur Kota Malang, Pasuruan dan Surabaya di sebelah Barat. Obyek wisata yang menarik adalah Pulau Gili Ketapang sebagai obyek wisata tirta untuk kegiatan berenang, berselancar angin, memancing dan berlayar.
Probolinggo juga mempunyai wisata andalan meliputi Bromo-Tengger-Semeru. Di sekitar Gunung Bromo terdapat air terjun Madakaripura yang memiliki 7 air terjun dipercaya sebagai tempat pertapaan Gajah Mada. Selain itu dapat dikunjungi candi Jabung yang didirikan pada tahun 1354 memiliki ketinggian 15,58 m. Bagi pecinta olahraga petualangan rafting dapat menyusuri sungai Pekalen sejauh 9 km. Selain itu pantai Bentar juga menarik karena memiliki fasilitas rekreasi yang cukup lengkap, khususnya bagi anak-anak.
Batik Probolinggo
Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah Mangga dan Anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (Bayu, Angin, Anggur dan Mangga) dan salah satu dari batik probolinggo diberi nama Manggur batik.
Sejarah tentang Batik Manggur dimulai pada tahun 1883, yang ditandai dengan pameran khusus Batik Probolinggo di Amsterdam Belanda dengan total 150 motif.
Batik Khas Kota Probolinggo dengan motif yang terkesan alami, diambil dari motif-motif yang bernuansa alam seperti motif Anggur, Mangga, Bayu, dan Angin, atau perpaduan dari unsur keempatnya, sehingga memberikan nuansa alami dan khas bagi para penggemar kain atau pakain batik.
Batik Khas Kota Probolinggo mempunyai nuansa keunikan seperti motif Anggur dan Mangga, karena Anggur dan Mangga ini merupakan salah satu ciri khas Kota Probolinggo.
Pembuatan corak atau motif Batik Khas Kota Probolinggo harus menguasai tekhnik pembuatan batik secara manual atau batik tulis dengan nuansa alami seperti unsur Bayu, Angin, Anggur dan Mangga (Bayuangga), sehingga batik mempunyai corak khas dan berbeda dengan batik-batik yang lain. Ada beberapa corak batik asli Probolinggo yaitu; Motif Manggur, Motif Seribu Taman, Motif Angin.
Anggur dan Mangga
Kota probolinggo adalah kota yang terkenal dengan buah anggur dan mangga yang tiada duanya dengan kota lain diseluruh Indonesia. Terbukti, banyak aneka jenis anggur dan mangga, mulai dari jenis dalam negeri sampai dengan jenis luar negeri. Layak, jika sejak jaman kemerdekaan, kota ini sudah mendapatkan gelar kota buah anggur dan mangga.
Baru-baru ini mangga dan anggur, pada bulan Mei hingga Oktober, Mangga Probolinggo tersebar di seluruh pasar ke banyak kota sampai besar seperti Surabaya dan Jakarta.
Jika Anda tertarik dengan buah-buahan Probolinggo, Anda bisa langsung mengunjungi perkebunan mangga dan anggur secara langsung di areal agro wisata Probolinggo.










